Jeritan Hati Pelajar Desa Masungkang

07 Jun 2026 | Oleh: Ridayati

Jeritan Hati Pelajar Desa Masungkang

Di ufuk pagi yang masih berselimut kabut,
langkah-langkah kecil kembali berkejaran dengan waktu.
Seragam lusuh itu basah oleh embun dan lumpur,
namun mimpi di dada tetap menyala tak pernah gugur.

Di Desa Masungkang, Kecamatan Batui Selatan,
kami tumbuh bersama harapan dan keteguhan.
Namun hingga kini, pembangunan belum sepenuhnya menyapa,
jembatan yang didamba masih menjadi cerita dan doa.

Ketika hujan turun mengguyur perbukitan,
sungai berubah menjadi arus yang menegangkan.
Airnya meluap, menggulung batu dan ranting,
sementara ujian sekolah telah menanti di seberang yang asing.

Namun kami adalah anak-anak Masungkang,
yang tak mudah menyerah meski jalan menghadang.
Dengan langkah gemetar kami menantang derasnya sungai,
demi masa depan yang terus memanggil dan menghampiri.

Ibu di rumah melepas dengan doa yang panjang,
ayah menyimpan cemas di balik wajah yang tenang.
Sebab pendidikan bagi kami bukan sekadar pelajaran,
melainkan jalan untuk mengubah kehidupan.

Kadang kami bertanya kepada negeri yang luas,
apakah suara kami belum cukup jelas?
Mengapa hingga kini jembatan belum sepenuhnya hadir,
padahal setiap hari harapan kami nyaris hanyut oleh banjir?

Namun kami tetap berjalan meski diterpa ketidakpastian,
karena cita-cita lebih besar dari segala keterbatasan.
Kami percaya, suatu hari pembangunan akan datang menyapa,
menghubungkan mimpi-mimpi anak desa yang lama tertunda.

Wahai negeri, dengarlah jeritan hati kami,
pelajar Masungkang yang terus berlari mengejar mimpi.
Jangan biarkan sungai menjadi penghalang masa depan,
karena kami pun anak Indonesia yang berhak meraih harapan

dengarkan musikalisasinya :

Jeritan Hari Pelajar Desa Masungkang - Banggai Kreatif

Ditulis oleh:

Ridayati

Kontributor Banggai Kreatif

Bagikan Artikel Ini: